Kesehatan

Selamatkan Telinga Anda

Mulai sekarang, berhati-hatilah dengan apa yang Anda dengar!

JANGAN BERLEBIHAN

Zaman sekarang, bukan hanya polusi air dan udara saja yang menjadi permasalahan sehari-hari. Polusi suara yang disebabkan oleh berbagai kondisi pun sangat sulit dihindari. Sebut saja suara bising kendaraan bermotor, pesawat terbang, deru mesin pabrik, hingga radio/tape merupakan sumber-sumber polusi suara yang sangat mengganggu indra pendengaran kita.

Bagaimanapun, polusi suara ini sangat penting untuk ditanggapi secara serius. Mengingat, fungsi pendengaran kita sanat strategis bagi otak. Setiap hari otak kita membutuhkan sekitar 3 juta rangsangan/detik selama sedikitnya 4,5 jam/hari. Dan lebih dari separuhnya, rangsangan itu diterima dari pendengaran. Rangsangan ini dibutuhkan otak sebagai energi.

Namun begitu, rangsangan suara ini tidak boleh berlebihan. Karena jika terlalu bising, tidak hanya bisa merusak pendengaran tetapi juga berpotensi mempengaruhi tekanan darah, denyut jantung, pencernaan, konsentrasi pikiran dan kondisi kejiwaan manusia.

Menurut Dr. Damayanti Soetjipto, SP. THT, Ketua Komite Nasional PGPKT (Pencegahan Gangguan Pendengaran dan Ketulian), manusia mempunyai batas kemampuan untuk mendengar suara mulai dari 20 hingga 20.000 hertz. Atau setara dengan rentang hingga 140 desibel (tingkat kebisingan). Lebih dari itu, hampir dapat dipastikan terjadi kerusakan pada gendang telinga dan organ-organ lain dalam gendang telinga manusia.

Sebetulnya, polusi suara bukan hanya mengganggu indra pendengaran saja. Berada di lingkungan dengan suara bising yang mengganggu juga dapat menyebabkan hipertensi, karena terpicu oleh emosi yang tidak stabil. Hasil studi epidemiologis di Amerika Serikat menyebutkan, ketidakstabilan emosi akibat terpapar suara bising akan mengakibatkan stress. Jika ditambah dengan penyempitan pembuluh darah, maka dapat memacu jantung untuk bekerja lebih keras memimpa darah ke seluruh tubuh. Dalam waktu yang lama, tekanan darah akan naik, dan terjadilah hipertensi.

Penelitian serupa juga dilakukan pada 2003 oleh Robert Koch Institute di Jerman terhadap 1.700 penduduk Kota Berlin. Hasilnya menyatakan, orang yang hidup dengan kebisingan lalu lintas cenderung memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di lingkungan yang lebih tenang. Dr. Heidemarie Agency dari Federal Enviroment Agency, yang mengepalai studi tersebut mengatakan bahwa studi ini menunjukkan bahwa polusi suara meningkatkan tekanan darah, dan karenanya memiliki dampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Tenangkan Hidup Anda

Walaupun terdengar sepele, ada baiknya kita mulai memperhatikan kesehatan indra pendengaran kita. Karena kemampuan mendengar adalah sebuah karunia yang tak ternilai harganya. Jika Anda merasa polusi suara menyebabkan Anda merasa gelisah, stress, tak tenang, dan mengurangi semangat berkarya, coba tenangkan diri Anda dengan beberapa cara berikut :

Meditasi
Dengan meditasi, Anda dapat mengurangi tingkat stress yang terjadi akibat polusi suara. Tanpa Anda sadari, secara otomatis badan merespon ‘gangguan’ polusi dan mengubahnya menjadi stress ringan. Jika tak segera ditangani, tingkat stress semakin bertambah dan dapat menimbulkan gangguan lain baik fisik maupun secara mental.

Latihan pernafasan
Tarik nafas yang dalam… dan lepaskan. Lakukan berulang kali, dan rasakan hasilnya. Anda akan lebih tenang, dan dapat berpikir lebih jernih. Coba lakukan saat dalam perjalanan atau saat terjebak kemacetan.

Yoga
Dengan mengkombinasikan antara teknik pernafasan dengan meditasi, olahraga ini sangat ampuh mengembalikan stamina baik mental maupun fisik. Stress dapat berkurang dan dengan tingkatan yang berbeda, yoga memiliki banyak manfaat untuk segala masalah pada tubuh Anda. Latihlah secara teratur dapatkan manfaatnya.

Periksa rutin
Ambang batas maksimum yang aman bagi manusia adalah 80 desibel. Jika Anda bekerja di atas batas tersebut, dalam jangka panjang akan mengalami gangguan pendengaran. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan medical examination atau pemeriksaan pendengaran secara berkala sebagai upaya mencegah Noise Induced Hearing Lose atau ketulian akibat kebisingan

Postingan Terkait

Leave a Comment