Kesehatan

Sakit Maag

Cobadulu– Menurut Prof. Dr. H. A. Aziz Rani, MD, Internist-Gastro-enterologist. Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, sakit maag, yang kerap juga disebut radang lambung ini, dapat menyerang setiap orang dengan segala usia. Jumlah penderitanya tidak sedikit, dan penyakit ini sudah umum dialami banyak orang.

 

Pada satu kelompok orang tertentu misalnya, pasti ada sekitar 30-40 persen yang mengalami gangguan sakit maag.

Selain makanan pedas dan stress, bakteri Helicobacter pylori, kuman penyakit yang ditemukan oleh dua warga Australia, J. Robin Warren dan Barry J. Marsall juga disebut menjadi penyebab utama penyakit maag. Kalau penyebabnya kuman, benarkah penyakit ini juga bisa menular ?

Apa itu sakit maag?

Sakit maag (maag dalam bahasa Belanda berarti lambung) adalah gangguan pada lambung yang menimbulkan rasa tidak enak, biasanya di ulu hati, disertai perut kembung, perih, dan bahkan sampai mual. Ada beberapa jumlah gejala yang biasa dirasakan penderita sakit maag seperti mual, perut terasa nyeri, perih (kembung dan sesak) pada bagian atas perut (ulu hati). Biasanya, nafsu makan menurun secara drastic, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin, dan sering bersendawa terutama dalam keadaan lapar.

Terjadinya gangguan pada lambung disebabkan tidak terkontrolnya produksi asam lambung. Tidak jarang, asam lambung naik sampai ke mulut sehingga mulut terasa asam. Pada keadaan yang cukup parah, radang lambung dapat menimbulkan perdarahan (hemorrhagic gastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung. Karena itu, suatu saat penderita sakit maag bisa muntah yang mengandung darah.

 

Menurut Dr. H. Aziz Rani, secara medis sakit maag ini disebut sebagai dyspepsia yang terbagi menjadi dua, yaitu dyspepsia fungsional dan dyspepsia organic. Disebut dyspepsia fungsional bila seseorang mempunyai masalah dengan maagnya, yang berupa nyeri atau rasa panas di darah ulu hati, rasa penuh atau tidak nyaman, setelah makan dan rasa cepat kenyang yang telah berlangsung minimal selama 3 bulan dalm rentang waktu selama 6 bulan. Sedangkan dyspepsia organic, adalah sakit maag yang disebabkan adanya kelainan organic pada saluran tengah atas berupa bintik-bintik luka (ulkus), polip atau tumor di lambung, atau usus 12 jari. Penyebab dari dispesia organic ini bersifat multifactor, sering juga dikaitkan dengan kuman Helicopter pylori.

Umumnya, 80 persen penyakit maag termasuk jenis fungsional. Maksudnya, tidak ada kelainan pada saluran cerna, namun disebabkan oleh stress, kurang tidur, beban pekerjaan, juga makan tidak teratur. Sisanya, 20 persen termasuk organic, yaitu ada kelainan pada organ pencernaan, seperti luka pada lambung atau kerongkongan.

Jika ada kelainan ini dan tidak diobati dengan baik baik, keluhan maag ini bisa jadi keluhan penyakit lainnya dan akan bertambah berat. Oleh karena itu, harus diwaspadai jika seseorang sering mengalami sakit maag ini.

Apa penyebabnya ?

Menurut Dr H. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, Internist-Gasroenterologist, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM berbagai hal bisa menyebabkan terjadinya sakit maag ini. Penyebabnya banyak, namun biasanya penyakit maag fungsional berhubungan dengan adanya gerakan dari lambung yang berkaitan dengan system syaraf di lambung atau hal-hal yang bersifat psikologis. Di antaranya :

1. Stress

Stress sangat berhubungan erat dengan terjadinya gangguan pencernaan baik saluran cerna atas maupun saluran cerna bawah. Berbagai penelitian memang telah membuktikan adanya hubungan antara sakit maag fungsional dengan factor stress yang dialami seseorang terutama factor kecemasan (ansietas).

2. Sindrom Usus Sensitive

Stress juga bisa mengganggu saluran pencernaan bagian bawah. Gangguan pencernaan pada saluran cerna bawh yang berhubungan dengan factor stress ini dikenal dengan sindrom usus sensitive (Irritable Bowel Syndrom/IBS). Pasien dengan IBS ini biasanya merasakan nyeri perut dan tidak nyaman di perut. Keluhan ini biasanya membaik jika sudah buang air besar yang sering serta menjadi encer, atau malah menjadi sulit. Jika dilakukan pemeriksaan dengan peneropongan di usus besar tidak ditemukan kelainan secara structural pada pasien IBS ini.

3. Pola Makan Tidak teratur

Dalam berbagai literature disebutkan, pola makan tidak teratur dapat menimbulkan gejala sakit maag seperti perih dan mual. Hal itu terjadi karena lambung memproduksi asam – disebut asam lambung – untuk mencerna makanan dalam jadwal yang teratur . Bahkan, saat tidur pun lambung tetap saja memproduksi asam walaupun taka da makanan yang harus dihancurkan. Asam lambung sangat diperlukan untuk membantu pencernaan. Tanpa asam lambung, makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat tercerna dengan baik, sehingga zat-zat gizi tidak dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Asam lambung dalam jumlah seimbang memang diperlukan tubuh. Tapi jika berlebihan akan menimbulkan penyakit. Produksi asam lambung biasanya meningkat pada saat tubuh memerlukannya yaitu ketika makan. Sebaliknya, pada saat tubuh tidak memerlukan, produksi asam lambung akan menurun kembali. Karena itu jadwal makan yang tidak teratur kerap membuat lambung sulit beradaptasi. Bila hal ini berlangsung terus-menerus, akan terjadi kelebihan asam dan akan mengiritasi dinding mukosa lambung. Rasa perih dan mual pun muncul.

4. Makanan Pedas dan Minuman Beralkohol

Gaya hidup juga ikut andil dalam menyebabkan seseorang sakit maag seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan yang pedas, coklat, minum alcohol dan kopi. Hal ini disebabkan makanan & minuman tersebut dapat merangsang produksi asam lambung. Kebiasaan makan tidak teratur dan merokok juga meningkatkan risiko sakit maag.

5. Obat-obatan

Maag juga bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti obat reumatik. Penghilang rasa sakit kepala dan sakit sendi juga bisa menimbulkan gangguan pada maag seseorang. Karena itu, factor obat-obatan ini juga harus menjadi perhatian, karena obat-obatan tersebut bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya gangguan pada lambung.

6. Bakteri Helicobacter Pylori

Helicobacter Pylori adalah bakteri yang ditemukan oleh dua dokter peraih Nobel dari Australia yaitu Barry Marshall dan Robin Warre. Bakterir yang hidup dalam lambung manusia ini dapat menyebabkan peradangan mukosa lambung yang disebut dengan gastritis. Proses ini bisa berlanjut hingga terjadi ulkus/tukak bahkan kanker lambung. Jika penyebab penyakit maag disebabkan oleh bakteri ini, penyakit maagnya bisa menular kepada orang lain melalui oral (makanan).

Bagaimana cara mengobatinya ?

Menurut Dr. Ari Fahrial, pengobatan untuk para penderita maag tergantung pada penyebabnya. Sekarang ini, dengan menggunakan endoskopi (peneropongan lambung) dapat diperiksa untuk memastikan penyebab keluhannya itu. Dengan endoskopi, dokter dapat melihat langsung kondisi kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari. Jika ada luka yang dalam sampai perdarahan, harus dioperasi. Cara deteksi lainnya, adalah pendeteksian kuman dengan cara non invasive tanpa melalui endoskopi dapat dilakukan dengan menggunakan uap, yang disebut Urea Breath Test (UBT). Selain itu, adanya infeksi oleh kuman Helicobacter pylori dapat dideteksi juga melalui pemeriksaan darah di laboratorium klinik, yaitu melalui pemeriksaan Anti H. Pylrori.

Jika penderita maag disebabkan factor psikis yang dominan, dokter akan memberikan obat untuk factor psikis tersebut. Kita berikan obat anti cemas dan penenang. Selain itu, jika ditemukan adanya kuman Helicobacter pylori, maka kuman ini harus dihilangkan, biasanya dengan kombinasi dua antibiotic ditambah obat anti asam yang cukup kuat. Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup sangat penting. Jika penderita maag terlalu stress, maka dia harus berusaha mengendalikan stressnya. Begitu juga mengubah kebiasaan yang tidak baik, seperti kebiasaan makan tidak teratur, merokok, konsumsi obat reumatik tanpa aturan, semua harus dikendalikan bahkan dikurangi.

Penanganan sakit maag selama ini terbagi menjadi dua yaitu tanpa obat dan menggunakan obat. Pertama, lakukan penanganan tanpa obat bila sakit maag yang dirasakan tergolong baru dan ringan, antara lain, hindari perut kosong, atur jadwal makanan dengan pola porsi kecil dan frekuensi lebih sering, makanan lunak/mudah dicerna, hindari makanan/minuman yang mengandung alcohol, gas karbondioksida (soft drink), kopi, coklat dan selesaikan masalah dengan cepat untuk menghindari stress.

Kedua, penanganan dengan obat baru dilakukan jika penanganan tanpa obat tidak berhasil. Pilihan utama untuk sakit maag adalah antasida. Antasida bekerja dengan menetralkan asam lambung yang berlebih, sehingga melindungi selaput lender lambung dari kerusakan. Anda dapat membeli antasida di warung, toko obat sampai apotek karena termasuk obat bebas. Antasida yang beredar di pasaran biasanya terdiri dari campuran garam alumunium, garam magnesium dan simetikon. Garam alumunium dan magnesium akan mengikat asam lambung sehingga mengurangi keasaman pada lambung, sedangkan simetikon berguna untuk membantu pengeluaran gas yang berlebihan di dalam saluran cerna. Namun perlu diingat, untuk tablet antasida sebaiknya dikunyah lebih dajulu sampai lembut, baru ditelan, karena tablet ini dapat dicerna oleh enzim di dalam air liur kita. Dosis lazimnya 1-2 tablet dengan maksimum 4 kali sehari. Untuk Antasida cair dapat langsung diminum dengan dosis 1-2 sendok teh maksimal 4 kali sehari. Antasida paling baik diminum pada saat perut kosong (menjelang tidur, 2 jam setelah atau sebelum makan). Sedapat mungkin hindari penggunaan antasida bersamaan dengan obat lain karena dapat mengganggu penyerapan (absorbs) obat lain tersebut. Juga harus diingat bahwa penggunaan antasida tidak dianjurkan lebih dari 2 minggu karena penggunaan antasida jangka panjang justru dapat meningkatkan produksi asam lambung.

  • Makanan Yang Aman Untuk Penderita Maag

Jika Anda dinyatakan positif menderita sakit maag, sebaiknya kenali jenis-jenis makanan yang tidak mengganggu maag Anda. Kuncinya, makanlah dalam porsi kecil dengan frekuensi yang sering. Penderita maag mempertimbangkan makanan yang dapat mengurangi serangan nyeri lambung, di antaranya :

Kentang
Pisang masak
Brokoli
Bubur ayam
Lidah buaya
Kol
Permen karet

Postingan Terkait

Leave a Comment