Kesehatan

Perbaiki Cara Bernapas

Sejak lahir kita tidak pernah belajar cara bernapas, karena menganggap itu hal alami yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa kita masih hidup. Ternyata, kita perlu memperbaiki cara bernapas bila ingin sehat.

Bernapas dengan perhatian penuh dapat memberikan manfaat besar. Bernapas berarti memberikan oksigen bagi darah yang akan dialirkan ke seluruh organ-organ tubuh, sekaligus membersihkan kotoran dari tubuh melalui pengeluaran karbon dioksida. Bernapas memainkan peranan penting saat seseorang melakukan detoksifikasi. Hal itu merupakan tugas dari sirkulasi darah dan paru-paru, tempat terjadinya pertukaran udara.

Bernapas juga bisa menolong melepaskan emosi dan ketegangan yang memicu stress yang menekan. Ketika sedang stress, otot-otot menegang, jantung berdenyut lebih cepat, napas menjadi cepat, dangkal, dan menarik oksigen lebih sedikit. Sebaliknya, saat keadaan senang, kita cenderung bernapas lebih lambat dan dalam untuk memenuhi kebutuhan tubuh, selain membuat kita merasa lebih nyaman dan vitalitas meningkat.

Pernapasan yang benar akan menjaga kesehatan. Selain stress secara emosional, perilaku yang tidak menguntungkan seperti merokok jelas memberikan efek negatif, karena mencegah pemuaian penuh dan pelepasan napas dari dada.

Seseorang tidak mungkin merasakan perasaan relaks secara fisik ataupun mental kalau ia tidak bernapas dengan benar dan perlahan. Mungkin Anda pernah mengalami hal itu, bukan ? Semakin panik, ketakutan atau semakin intens Anda memikirkan sesuatu, semakin cepat pernapasan Anda. Dan ternyata sebagian besar orang hanya menggunakan sebagian kapasitas bernapasnya, atau bernapas dengan cara yang benar-benar buruk, sehingga menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang serius.

Untuk mengetahui apakah selama ini cara bernapas Anda sudah benar atau belum, ikuti cara ini. Perhatikan pola pernapasan saat Anda duduk tenang atau berjalan pelan. Cobalah untuk merasakan di bagian tubuh mana Anda bernapas. Di bagian dada sebelah atas? Atau di perut? Di bagian mana Anda merasa tertahan bila sedang bernapas berat?

Orang yang sedang marah akan bernapas cepat di bagian dada sebelah atas. Hal itu terlihat jelas dari gerakan dadanya yang ke atas dan turun secara mencolok pada tiap napasnya. Sebaliknya, gerakan napas yang lambat, menggunakan bagian bawah paru-paru dengan menekankan pada hembusan napas, merupakan gerakan relaksasi umum yang bisa mengurangi gangguan akibat dari napas yang terlalu cepat.

Faktor utama dari pengaturan irama dan kedalaman pernapasan bukanlah masalah kekurangan oksigen, seperti yang sering diduga, melainkan konsentrasi karbon dioksida dalam darah yang menyebabkannya menjadi lebih asam. Hal itu membuat pusat pernapasan di otak merespons dengan cepat. Dengan bernapas cepat (memasukkan lebih banyak udara daripada yang diperlukan tubuh), karbon dioksida yang terlalu banyak tadi dikeluarkan dari tubuh.

Orang-orang yang merasa cemas dengan masalah pernapasan biasanya akan lebih menyukai ruangan dengan jendela terbuka. Mereka akan menderita kalau berada ruangan tertutup, dan merasa megap-megap seperti kekurangan udara. Yang terjadi sebenarnya, mereka bukan memerlukan oksigen, namun mereka terlalu banyak mengeluarkan karbon dioksida. Kalau Anda mengalami hal itu, jalan keluarnya adalah melakukan relaksasi untuk mengurangi kecemasan, bersikap tenang, bernapaslah lambat dengan memberi tekanan pada hembusan napas untuk melepaskan gejala-gejala aneh yang Anda rasakan. Lakukan beberapa kali. Anda tak perlu berkonsentrasi pada masalah bernapas, karena tubuh akan mengatur sendiri dengan mengambil oksigen yang dibutuhkan. Perhatikan sebentar saat menghembuskan napas, lalu lupakan hal itu. Anda akan lebih tenang kini.

Bagi orang yang mudah menangis untuk hal sepele yang seharusnya tak membuatnya mengeluarkan air mata, atau pada saat Anda malu untuk menangis, cobalah untuk menarik napas panjang dan tahan sambil Anda mengatur perasaan. Hal ini akan menekan keinginan menangis hingga Anda bisa mengontrolnya. Kemudian kembali bernapas tenang. Pahami, mengatur pernapasan ini hanya digunakan untuk membantu relaksasi dalam mengatasi perasaan gugup dan mengurangi kepanikan, atau perasaan tidak enak lainnya. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebutuhan tubuh akan oksigen.

Meski banyak saran atau cara untuk melatih pernapasan dalam untuk memperbaiki kapasitas paru-paru, mungkin cara terbaik adalah melakukan aktivitas fisik yang pantas dan teratur yang membutuhkan kerja beberapa otot. Dengan cara itu kebutuhan oksigen sesuai dengan yang diperlukan tubuh dan tidak perlu sengaja mengontrol pernapasan. Otak akan mengaturnya secara alami sebagaimana jantung dan paru-paru merespons untuk meningkatkan kebutuhan tanpa perlu melakukan latihan tertentu. Lain halnya bila bernapas dimaksudkan untuk relaksasi.

Sedikit Gerakan Dada

Tak sedikit orang yang tidak menyadari ada hubungan yang sangat bermanfaat antara bernapas dan relaksasi. Untuk sekadar membuktikannya, cobalah sebentar cara ini: kencangkan otot-otot Anda sebisa mungkin…kuatkan…lebih kuat…lalu lepaskan dan relaks.. Saat mengencangkan otot, mungkin Anda merasakan menahan napas, dan saat relaks Anda menghembuskan napas, bukan ? Kaitan antara menghembuskan napas dengan relaksasi adalah hal yang sangat berguna yang bisa Anda gunakan kapan pun saat Anda latihan pernapasan (tidak perlu lagi mengencangkan sesuatu lebih dulu sebelumnya).

Anda mungkin akan mulai memperhatikan bahwa setiap kali merasa cemas atau waspada akan suatu hal, otot-otot perut akan berkontraksi. Latihan berikut ini bisa menggabungkan bernapas tenang dengan relaksasi dari otot-otot perut.

Letakkan satu tangan pada bagian teratas dada Anda dan tangan satunya pada bagian atas perut (bagian perut yang membuncit). Hembuskan napas, lalu tarik napas dengan nyaman. Jika Anda melakukannya dengan benar, perut akan mengembang di awal Anda bernapas. Namun, bila yang pertama mengembang adalah dada Anda, itu cara bernapas yang tidak baik.

Lakukan cara itu beberapa kali, dan cobalah bernapas dengan hanya sedikit gerakan di bagian atas dada, namun justru mengembang di perut (tangan yang di perut akan merasakan lebih banyak bergerak). Belakangan Anda akan menyadari bahwa punggung Anda juga terlibat dalam pernapasan dan iga-iga bagian bawah akan membuka ke samping. Anda tidak perlu terlalu mempermasalahkan hal itu. Setiap kali Anda menghembuskan napas, lakukan perlahan dengan sedikit desahan. Setelah itu, berhenti bernapas sebentar, biarkan tubuh bernapas kembali sesuai kebutuhannya (jangan dipaksakan). Gabungkan saat menghembuskan napas dengan relaksasi kapan pun Anda latihan. Dua atau tiga pernapasan tenang ini cukup sebagai awal latihan relaksasi.

Pada saat relaksasi dalam Anda akan mendapati bahwa tubuh membutuhkan lebih sedikit oksigen dan menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida, sehingga pernapasan menjadi lebih dangkal, pelan, dan lembut. Anda bisa mencobanya dengan berbaring. Biarkan kedua tangan Anda terangkat tiap kali menarik napas.

Lakukan latihan pernapasan 1-2 kali setiap hari minimal masing-masing lima menit. Lakukan dengan tenang, sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat dengan latihan pernapasan dalam tersebut sebagai relaksasi. Lakukan pernapasan selalu dari hidung dan dikeluarkan melalui mulut. Ulangi 15 kali setiap latihan. Setelah selesai, istirahatlah sebentar; kalau tidak Anda akan sedikit pusing (sebaiknya dilakukan di ruangan terbuka, dengan jendela terbuka. Longgarkan pakaian Anda.

Meditasi Yoga

Mengontrol pernapasan sudah digunakan sejak ribuan tahun silam sebagai bagian dari meditasi rutin bagi sebagian besar agama di belahan Timur. Hingga lama meditasi Budha Zen (‘Zen’ berarti meditasi) memberi akhir perhatian pada pernapasan. Hal ini menolong mengeluarkan pikiran-pikiran kacau yang bertujuan untuk pencerahan.

Sebagian besar sistem pada yoga meliputi kontrol pernapasan, digunakan untuk mengontrol pikiran dan tubuh, dan bahkan untuk mengatasi rasa sakit. Namun, sebagian dari teknik lanjutan sangat rumit dan dirasa aneh bagi pikiran orang Barat. Untuk tujuan relaksasi setiap hari dengan sistem pernapasan yang rumit dianggap tidak cocok.

Namun, yoga Hartha, mudah diadaptasi oleh orang Barat. Yoga tersebut berkaitan dengan kesehatan fisik dan termasuk latihan dengan berbagai postur yang diiringi dengan mengontrol pernapasan dan relaksasi. Tidak diragukan berbagai postur tersebut menambah kelenturan dan kontrol tubuh, dan saat melakukan hal itu selama pernapasan dengan cara khusus yang membutuhkan konsentrasi seringkali menghasilkan relaksasi mental. Hati-hati dengan beberapa postur, karena meski ada guru yang selalu mengingatkan agar jangan ada ketegangan, terkadang hal itu tetap terjadi. Jadi, hati-hati dengan beberapa postur ekstrem pada bagian punggung dan leher, dan jangan berusaha untuk bernapas berlebihan. Cara ini memberikan banyak manfaat dengan pengontrolan tubuh.

Dalam Yoga Pranayama, memusatkan pada pengontrolan pernapasan untuk memperoleh pengaruh secara fisiologis, psikologis, dan spiritual. Pentingnya mengatur pernapasan untuk kesehatan fisiologis dan psikologis juga telah diamati oleh banyak ilmuwan Barat. Orang akan diajarkan untuk memberi perhatian saat menghembuskan napas atau menahan napas dalam keadaan stress, dan untuk mempelajari bernapas lebih relaks saat terjadi keadaan itu.

Sekali Anda terbiasa menerapkan cara pernapasan yang benar, sehingga selalu bernapas dengan baik, Anda bisa mengeluarkan toksin/racun melalui cara ini yang sangat efektif, dan menyediakan darah beroksigen yang cukup sehingga meningkatkan energi. Dengan vitalitas yang meningkat, diharapkan tubuh akan lebih sehat.

 

Postingan Terkait

Leave a Comment