Trending

Per 30 September Harga Pertalite Bakal Naik Jadi Segini

Coba Dulu – Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala memprediksi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Indonesia bisa berdampak pada penjualan motor baru. Masyarakat dihebohkan dengan kabar rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM.

 

Kabar tentang harga BBM naik memang sudah terdengar sejak beberapa minggu belakangan ini. Namun tampaknya, rencanaya tersebut mendekati eksekusi. Kegaduhan pun muncul sebab harga BBM yang naik kemungkinan besar akan berpengaruh terhadap kebutuhan pokok lainnya.

 

Saat ini Pertalite yang memiliki tingkat oktan 92 atau RON 92 masih menjadi BBM andalan para pengendara roda dua nasional. Apabila terjadi suatu lonjakan kenaikan harga, maka pasar akan terdampak. “Tergantung kenaikan harganya seberapa besar, ya. Kalau seperti tahun 2005 (naik 30%), malah ber-impact penurunan penjualan,” kata dia kepada Kompas.com belum lama ini.

 

Sri Mulyani pernah menjelaskan bahwa tanpa adanya subsidi, harga pertalite termurah berada di angka Rp14.450 per liternya. Meski demikian, pemerintah dikabarkan akan tetap menjamin subdisi pertalite. Kemungkinan, kenaikkan hanya akan berada di angka Rp1000 hingga Rp2500 saja.

 

Sehingga pemerintah saat ini perlu menimbang secara bijak apabila memang subsidi pada BBM jenis Pertalite harus dikurangi yang mengakibatkan keniakan harga pertalite secara nasional. Seperti diketahui, penjualan sepeda motor domestik kini sedang kembali dalam tren positif setelah terjadi penurunan signifikan imbas krisis pasokkan cip semikonduktor pada May 2022 dari 439.472 unit jadi 248.235 unit. Melansir data AISI, per-Juli 2022 terpantau penjualan motor nasional naik 10,16 persen secara bulanan dari 296.34 unit menjadi 326.452 unit. Tetapi torehan ini belum kembali normal, setidaknya dari tahun lalu yang mencapai 376.640 unit.

 

Adapun rencana kenaikan harga BBM Pertalite pada tahun ini, diperkirakan naik hingga Rp 10.000 (30,7 persen) dari sebelumnya hanya Rp 7.650 per liter. Tapi keputusan ini belum final, pemerintah masih merumuskan kebijakan terbaik. Sebagai informasi, pada awal pemerintahan Presiden SBY tahun 2005, harga BBM jenis Premium mengalami kenaikan dari Rp 1.810 per liter menjadi Rp 2.400 per liter, atau naik 32,5 persen.

 

Belum diketahui kapan tepatnya, harga BBM akan naik sebab saat ini pemerintah masih mematangkan kembali rencana mreka tersebut. Meski demikian, ada kabar yang mencuat jika kenaikkan harga BBM akan diberlakukan per 1 September 2022.

 

Akan terjadi demo menolak rencana Kenaikan BBM masyarakat tampaknya akan menolak rencana kenaikkan harga BBM ini. Sebab di kondisi yang serba sulit, kenaikkan-kenaikkan harga hanya akan semakin menjepit kondisi masyarakat.

 

Himpunan Mahasiswa Islam menjadi salah satu yang akan melakukan demo hari ini. HMI menilai menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut akan mengorbankan kondisi ekonomi rakyat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kalangan ini dinilai masih rentan dan belum sepenuhnya pulih dari dampak Pandemi Covid-19.

 

Postingan Terkait

Leave a Comment