Tips

Meraih Kebahagiaan dengan Bijak

Cobadulu-Dunia berubah semakin cepat. Kecanggihan teknologi memberikan berbagai kemudahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Namun di sisi lain, kehidupan sekarang ini justru dirasakan oleh banyak orang menjadi semakin sulit.

 

Persaingan semakin keras karena cepatnya pertambahan penduduk bagaikan deret ukur, sedangkan pertambahan fasilitas berpola deret hitung yang lambat.

Kita sedang mengalami era seleksi alamiah, hanya yang terbaik saja yang bisa bertahan hidup layak.

 

Mereka yang berjalan lambat atau berkecepatan normal, akan disalip oleh yang lebih cepat.

Itulah sebabnya kita dipacu untuk terus meningkatkan kualitas diri agar tidak tersingkir. Tidak ikut berpacu? Seperti keong yang lamban pun tetap bisa hidup dalam lingkungan yang serba cepat, asalkan sadar diri bahwa Ia hanyalah seekor keong yang tidak bisa menyalip satwa lain demi memperebutkan makanan terbaik.

 

Sadar diri dalam mencapai tujuan hidup, tujuan kebahagiaan.

Arti Bahagia

Bila kita tidak tahu apa sebenarnya yang dicari, tentu tidak akan berhasil menemukannya, meskipun sudah di depan mata. Begitu juga kebahagiaan, jika tidak jelas rumusan maknanya, maka banyak yang tidak bisa menemukannya.

 

Kebahagiaan adalah makna dari tujuan hidup, seluruh cita-cita dan tujuan keberadaan manusia”, begitu kata-kata bijak dari Aristoteles dalam buku klasiknya ”The Nicomachean Ethics” yang ditulis ribuan tahun yang lalu. Setelah Aristoteles, masih banyak penulis lain yang mencoba merumuskan makna bahagia itu, namun sampai sekarang sebagian besar orang tidak bisa merumuskannya dan merasa tidak akan pernah mendapatkannya.

 

Sebagian orang menganggap bahagia itu sebagai sukses, namun Dr. Shawn Christopher Shea penulis buku “Happiness is: Unexpected Answers to Practical Question in Curious in Curious Timer” yang didasarkan pengalaman klinisnya sebagai ahli psikoterapi selama 20 tahun lebih ini membedakan kesuksesan dengan kebahagiaan. Dr. Shea menekankan pentingnya memandang hidup sebagai serangkaian peristiwa untuk dinikmati, bukan sebagai tujuan untuk diraih.

 

Dari ratusan jawaban pasien mengenai apa kebahagiaan itu, diperoleh jawaban yang sangat beragam. Setelah merumuskannya, Ia menyimpulkan bahwa bahagia itu adalah ungkapan dari keberhasilan mengejar sesuatu yang mungkin didapatkan. Saat mendapatkannya itulah kita merasa bahagia. Sementara itu Dr. Dan Baker, Direktur Program Peningkatan Kehidupan di Canyon Ranch, USA, menulis buku “What Happy People Know: How the New Science of Happiness can Change Your Life for the Better” berdasarkan pengamatan kehidupan orang-orang sukses namun tidak merasa bahagia, yang datang ke kliniknya.

 

Menurut Baker, akar dari ketidakbahagiaan itu adalah rasa takut, yang berada pada impuls-impuls otak purba yang tidak memiliki fungsi lagi dalam kehidupan modern. Mengejar kebahagiaan adalah sebagai pelampiasan dari ketakutan yang tidak rasional mengenai keadaan diri, misalnya gagal, tidak berharga, rugi dan hal lain-lain yang dianggap sebagai aib bagi masyarakat. Jebakan logika inilah yang membuat manusia terpuruk dalam perangkap mengejar bahagia, yang sebetulnya apa yang dicari itu belum terumuskan dengan tepat. Sementara menurut Lee L. Jampulsky, PhD, bahagia adalah sesuatu yang kita rasakan, bukan yang kita pikirkan. Ia mengingatkan kita pada hal-hal yang membuat kita merasakan kebahagiaan melalui bukunya “Smile for No Good Reason” dengan kisah-kisah jenaka yang menyentuh hati.

 

Bahagia itu relatif, Ia adalah apa yang kita rasakan. Tidak usah dicari ke mana-mana lagi. Bahagia itu ada di dalam pikiran sendiri. Terimalah sesuatu yang terjadi dengan ikhlas, maka bahagia itu dengan tiba-tiba terasa begitu saja. Misalnya, bila kita sedang dalam kesulitan, cobalah renungkan sejenak dengan pikiran positif (think positive) mencari hikmah dari situasi tersebut. Jadilah seorang yang optimis (be optimist) bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan. Jalani hidup yang realistis (be realistic) dengan kemampuan sepadan yang kita miliki. Jangan terpaku kepada orang lain yang lebih kaya, lebih sukses. Bersabarlah, mungkin waktunya belum tiba bagi diri kita.

Menciptakan Kebahagiaan Setiap Hari

Ada pepatah Cina yang mengingatkan, bahwa apa yang kita dapatkan sekarang adalah hasil dari apa yang sebelumnya kita kerjakan. “Jika kamu ingin tahu masa lalumu, lihatlah kondisimu saat ini. Jika kamu ingin tahu bagaimana masa depanmu nanti, lihatlah apa tindakanmu saat ini”. Logisnya, untuk mendapatkan kebahagiaan haruslah dimulai dari kemarin, dan belum terlambat untuk menciptakan kebahagiaan yang akan kita dapatkan nanti.

 

Caroline Reynolds, pelatih kesehatan spiritual pada Celtic Wordsmith London memberikan 7 tip untuk dilakukan setiap hari demi menciptakan kebahagiaan. Ketujuh tips ini adalah sebuah paker yang saling mengisi, tidak sempurna kalah salah satu tidak dilaksanakan.

1. DISIPLIN

Ketidakbahagiaan adalah suatu kebiasaan buruk. Orang yang selalu mengeluh dan berpikiran negatif membuat dirinya sendiri dan orang lain menjadi stress. Ubahlah! Buatlah gambaran masa depan dengan apa yang ingin dicapai sebagai kondisi yang dianggap bahagia. Hiduplah bersama gambaran tersebut dengan penuh disiplin untuk berusaha mencapainya. Jangan masukkan gambaran orang lain mengenai kondisi mereka tentang bahagia. Lakukan hal ini dengan cara yang sesuai dan nyaman, entah doa, hipnosis atau meditasi.

2. AUTENTIK

Gunakan kebenaran yang autentik itu sebagai jangkar.

3. FOKUS

Gambaran yang dibentuk sebagai tujuan yang dianggap sebagai kondisi ideal itu akan membantu setiap hari agar kita bisa tetap fokus.

4. LUWES

Luwes bagaikan air mengalir, namun fokus pada tujuan yang dipercayai benar. Melihat perbedaan pada orang lain sebagai hal yang wajar dan tidak mencampuri urusan orang lain. Kelenturan melihat perubahan sebagai hal yang wajar membuat kita tetap nyaman menjalani hidup.

5. YAKIN

Perubahan adalah hukum alam, karena itu kesulitan adalah situasi sementara yang akan berubah menjadi lebih baik bila kita berusaha mengatasinya dengan benar.

6. SABAR

Segala yang baik datang bagi siapa yang bersedia untuk menunggu.

7. CINTA

Cinta membuat dunia menjadi indah. Inilah kekuatan spiritual yang paling dahsyat karena dapat membuat kita bersedia melakukan sesuatu dengan ikhlas tanpa pamrih.

Nah sahabat, mudah-mudahan kita bisa lebih bijak dalam mengejar kebahagiaan dan menjalani hidup ini

Postingan Terkait

Leave a Comment