Kecantikan

Mengenal Kosmetik Natural

 

Cobadulu– Biasanya yang disebut natural tentulah mempunyai kualitas yang lebih baik. Sebagian besar memang demikian, namun belakangan ini banyak sekali pengguna produk kesehatan kulit yang menemukan bahwa kalimat “natural” maupun “organik” seringkali lebih dari sekedar “kulit” dan tidak mengesankan substansi.

Kebanyakan ahli yakin bahwa pentingnya kesadaran akan berbagai macam efek sintetis dari produk perawatan kulit terus meningkat. Seringkali produsen kosmetik mengklaim bahwa produknya adalah “natural” dengan menggunakan iklan agar mengikuti tren serta meraup untung yang besar, padahal kenyataannya tidak.

Apakah kita harus khawatir akan hal ini? Jawabannya “ya” karena make-up sekalipun digunakan di luaran tetapi tetap saja diserap oleh tubuh dalam tingkatan-tingkatan tertentu. Faktanya, penelitian menunjukkan hampir 60% dari apa yang diaplikasikan di kulit diserap masuk ke dalam sistem pembuluh darah. Apapun yang keluar dari kemasan produk tersebut bisa saja merupakan racun.

Beberapa bahan baku natural dilaporkan menyebabkan masalah pada kulit ketika diaplikasikan produk tertentu. Bahan baku ini juga termasuk jojoba oil, tea tree oil, lavender oil, coconut oil dan dalam beberapa kasus vitamin E. Para ahli menyarankan para pengguna untuk senantiasa membaca kemasan pada label untuk memeriksa berapa banyak suatu bahan digunakan dalam kemasan itu. Departemen Agrikultur AS menyatakan bahwa produk yang diberi label organik haruslah mengandung minimum 70% bahan baku organik.

BAGAIMANA DI NEGERI INI ?

Segala sesuatunya telah jelas, kosmetik natural relatif bebas dari ekstrak sintetis dan memang berasal dari minyak pepohonan, minyak esensial atau ekstrak bunga dan sebagainya. Tentu lebih aman dan sehat. Banyak juga katalog produk yang tersedia dalam kategori natural seperti scrub, pelembab, exfoliating, minyak urut fan cairan kumur. Para ahli kulit menyarankan bahwa perawatan kulit dapat dilihat sebagai perawatan yang bukan saja menuruti nilai estetik tetapi juga penting bagi kesehatan.

Kosmetik berbahan baku natural pada umumnya berasal dari sumber-sumber seperti bahan dari laut (marine) dan bahan dari tumbuhan atau botanical source. Kosmetik dengan bahan baku natural biasanya memberikan efek yang cukup lama dibandingkan dengan bahan yang berasal dari sintentik atau hasil olahan bioteknologi. Membandingkan kosmetik berbahan baku natural dengan bahan baku sintetik dan menetapkan mana yang baik dan mana yang seharusnya dihindari, adalah kewajiban dan tanggung jawab pemerintah.

TREN KOSMETIK NATURAL

Kosmetik natural telah menjadi semacam tren dalam beberapa tahun terakhir ini, dan ditengarai telah terjadi lonjakan atas kesadaran bahwa masyarakat harus bertanggung jawab terhadap dunia di mana mereka tinggal, dan juga kesehatan tiap-tiap individu. Beberapa produsen kosmetik cukup menghargai keseimbangan dari alam dan terus berupaya untuk menjaga harmoni ini dengan menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan agar ancaman bahaya bagi bumi kita terus menurun.

Dimotivasi oleh kepedulian atas penampilan fisik manusia, maka perlu juga diselaraskan antara kebutuhan untuk perawatan kulit serta kesehatan tubuh secara umum. Produsen-produsen ini juga percaya bahwa produk natural tersebut dapat memberi manfaat bagi kecantikan dan kesehatan sehingga bisa memberikan makna sebenarnya pada kalimat “produk perawatan tubuh pribadi” (personal care).

Lalu bagaimana cara seseorang menentukan apa yang baik dan apa yang buruk? Kesehatan, kebugaran serta kepedulian/kesadaran akan kesehatan tubuh secara holistik telah merevolusi industri kosmetik. Pilihan-pilihan atas produk membuat konsumen merespon bahwa mereka membutuhkan produk yang natural karena produk ini yang diyakini memberikan kebaikan untuk manusia dan alam.

Pasar untuk kosmetik natural di Eropa terus menanjak pada angka yang menggembirakan dengan perkiraan pendapatan mencapai 2 milyar Euro pada tahun 2010. Sekalipun ekonomi tengah memasuki masa resesi, para konsumen tetap menuntut produk yang “bersih dari zat-zat kimiawi berbahaya”. Saat ini konsumen mulai banyak beralih ke produk natural karena mulai sadar akan bahaya parabens, phthalates akibat bahan-bahan baku sintetis lain yang terdapat dalam kosmetik.

Penjual-penjual ritel juga merespon keinginan konsumen ini dengan memperkenalkan kosmetik-kosmetik organik, bahkan beberapa di bawah label mereka. Banyaknya produk-produk kosmetik yang masuk ini membuat cara penjualan juga berubah di Eropa, yang tadinya spesialis (toko-toko khusus) menjadi ritel-ritel umum. Produsen juga beralih dalam menitipkan produk mereka kepada supermarket, hypermarket, toko-toko obat atau pusat perbelanjaan. Pasar kosmetik di Jerman dan Perancis adalah yang tumbuh tercepat di Eropa, di mana pasar Britania (Inggris, Skotlandia dan sekitarnya) cukup dihantam oleh krisis.

Edisi 2009 dari European Natural Cosmetics Market melaporkan bahwa 10 pasar terdepan di Eropa telah dianalisis. Informasi mendetail diberikan mengenai pasar dan iklim kompetisi di tiap-tiap negara tersebut, di mana telah disegmentasikan lewat kategori produk :

Natural skin care products

– Natural hair care products

– Natural oral care products

– Natural colour cosmetics

– Other natural cosmetic products

 

Postingan Terkait

Leave a Comment