Kesehatan

Kafein, Sahabat atau Musuh ?

 cobaduluDiyakini selain mengatasi rasa kantuk, kandungan kafein di dalam kopi mampu menambah energi untuk beraktivitas. Memang, kafein diketahui memberik banyak manfaat bagi kesehatan.

Menurut berbagai penelitian di luar negeri, pada dosis-dosis tertentu kafein bisa mencegah asma, batu ginjal, serta mengurangi kemungkinan kanker usus dan batu empedu.

Di negeri kita sendiri belum pernah ada yang meneliti manfaat kafein. Yang jelas, menurut beberapa ahli nutrisi, dosis rata-rata yang aman dikonsumsi adalah 250-600 mg.

 

Sejak jaman dahulu, manusia sudah sangat mengenali kafein. Hampir setiap orang setidaknya satu kali pernah merasakan kafein. Kafein mempunyai nama lain yaitu 1,3,7 – Trimethylxanthine. Kata kafein sendiri awalnya berasal dari bahasa Jerman yaitu kaffee dan dari bahas Perancis yaitu cafe.

 

Sebenarnya kafein banyak terdapat pada beberapa jenis daun-daunan, biji-bijian, buah-buahan dan berbagai tumbuhan lainnya. Biasanya kita dapat menemukan kafein yang terkandung dalam makanan kita sehari-hari. Seperti kopi yang kita minum, daun teh,biji coklat, cola dan berbagai minuman berenergi. Tidak jarang pula kafein ini juga ditambahkan dalam berbagai resep masakan.

 

Secara ilmiah, efek langsung dari kafein terhadap kesehatan sebenarnnya tidak ada. Sehingga kafein memang dianggap aman untuk dikonsumsi. Namun sebenarnya ada efek tidak langsungnya yang perlu diperhatikan oleh para penikmat kopi, yaitu :

Perasaan cemas atau gelisah
Gangguan tidur (insomnia)
Gangguan kesadaran
Jantung berdebar-debar
Frekuensi pernafasan meningkat
Otot menjadi gemetar (tremor)
Sering buang air kecil
Konsentrasi menurun
Sakit kepala
Kelelahan/lemas
Depresi
Gangguan mood atau perasaan emosi
Perasaan tidak bersemangat
Penurunan kewaspadaan
Bagaimana efek-efek itu dapat terjadi? Biasanya keluhan-keluhan seperti di atas akan mulai timbul ketika seseorang yang sudah terbiasa atau kecanduan kafein tersebut mulai menghentikan kebiasaannya. Sekitar 12-24 jam setelah berhenti menkonsumsi kafein maka gejala-gejala tersebut satu per satu akan mulai muncul.

 

Sebenarnya kafein yang masuk ke dalam tubuh kita akan langsung bekerja pada sistem saraf pusat kita.

Kemudian akan mempengaruhi otot dan juga termasuk otot jantung dan juga organ ginjal. Jika mempengaruhi sistem saraf pusat akan menimbulkan peningkatan aktivitas mental sehingga kita akan tetap terjaga dan menjadi sulit tidur. Dan saat mempengaruhi otot jantung akan mengakibatkan aktivitas jantung ikut meningkat dan kita merasakan jantung kita seperti berdebar-debar lebih cepat dari biasanya.

Kinerja otot yang ikut dirangsang oleh kafein juga akan mempengaruhi otot pernafasan sehingga terkadang kita merasakan peningkatan frekuensi bernafas. Begitu juga dapat menyebabkan seseorang menjadi gemetar atau tremor. Kafein yang memuat aliran darah menjadi semakin cepat juga akan mempengaruhi organ ginjal sehingga kita akan sering buang air kecil.

Beberapa efek yang sering dirasakan oleh para penikmat kafein setelah meminumnya adalah timbulnya rasa segar, lebih konsentrasi, perubahan mood, dan lebih bersemangat. Juga merupakan akibat dari kerja kafein terhadap organ-organ tubuh kita tadi.

Banyak yang jadi kecanduan terhadap kafein karena dianggap zat ini dapat membantu kita beraktivitas lebih baik setiap harinya. Namun sebenarnya justru akan berbahaya bagi mereka. Seseorang yang terbiasa minum kopi di pagi hari akan lebih mudah terserang sakit kepala dibandingkan yang tidak mengkonsumsinya.

Dan tahukah Anda bahwa kafein yang terlalu banyak Anda konsumsi akan sangat mempengaruhi jantung Anda? Banyak penelitian yang menemukan bahwa menikmati kafein terlalu banyak setiap harinya akan menyebabkan kita berisiko terkena serangan jantung. Seperti yang dijelaskasn tadi bahwa kafein dapat meningkatkan aliran darah dan juga aktivitas otot jantung. Jika dibiarkan tentunya akan sangat berbahaya.

Kita tidak bisa mengharapkan tubuh kita akan bereaksi sama terhadap kafein. Karena setiap orang mempunyai kadar kepekaan berbeda terhadap kafein. Tidak saja kopi, mnimuman berenergi atau teh pun yang mengandung kafein dapat berbahaya jika berlebihan.

Sumber-sumber Kafein

Selain kopi, kafein juga dikandung dalam berbagai minuman dan makanan yang akrab dengan keseharian kita. Lihat daftar di bawah ini.

Sumber-sumber Kafein

Kopi 135 mg

Kopi Instant 95 mg

Teh 25-40 mg

Cola 34.5 mg

Diet Coke 46.5 mg

Minuman Berenergi 50 mg

Permen 5-15 mg

Sebenarnya tidak semua orang mudah kecanduan kafein. Jika kita membiasakan diri untuk tetap menkonsumsinyalah yang membuat kita kecanduan. Kalau aroma atau rasa tidak menyebabkan kecanduan maka keinginan kitalah yang harus dijaga. Banyak orang yang terjerumus menjadi kecanduan akibat ajakan teman atau kebiasaan untuk bersosialisasi. Ajakan minum kopi di pagi hari, atau kebiasaan minum minuman berenergi agar tubuh segar menjadi jalan bagi kecanduan kafein.

Sebenarnya yang kita butuhkan agar tubuh sehat, berenergi, dapat beraktivitas, konsentrasi, bersemangat dan alasan lainnya bukan dari minum atau makan kafein. Istirahat cukup, makan bergizi, dan berolahraga adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Kafein tidak akan membantu, bahkan akan berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.

Bagi para wanita yang ingin tetap memiliki kulit bersinar, kencang, dan terlihat awet muda juga harus menghindari kopi. Kulit yang halus, cerah tidak berjerawat dapat kita miliki dengan pola hidup sehat tanpa kafein.

Banyak pula yang beranggapan, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, bahwa mengkonsumsi kafein akan sangat membantu menurunkan berat badan. Banyak suplemen yang digunakan untuk menurunkan berat badan mengandung kafein. Yang digunakan untuk menambah energi bagi mereka yang sedang melakukan program diet. Namun hal ini akan sangat berbahaya jika kompensasi tubuh ternyata tidak cukup kuat untuk menerima kafein saat sedang diet. Terkadang akibatnya bisa fatal.

Begitu juga bagi anak-anak, kafein yang banyak terdapat di dalam minuman cola juga akan berakibat buruk bagi kesehatan anak.

Hindari konsumsi minuman atau makan seperti permen atau coklat yang di dalamnya mengandung kafein bagi anak-anak. Bahaya yang mungkin timbul seperti gangguan konsentrasi, menjadi hiperaktif, akibat minuman cola yang juga mengandung gula akan menciptakan anak-anak yang nantinya akan mengalami gangguan kadar gula dalam darah dan juga obesitas.

Mengkonsumsi teh, kopi, cola atau minuman berenergi saat ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang tidak saja di Indonesia bahkan di dunia. Tinggal kitalah yang harus bijaksana untuk mengatur bagaimana mengkonsumsinya baik bagi diri sendiri maupun bagi keluarga di rumah

Postingan Terkait

Leave a Comment