Kesehatan

CARA ORANGTUA MENUNTUN ANAK BERPERILAKU HIDUP SEHAT

cobaduluCara Orangtua Menuntun Anak Berperilaku Hidup Sehat dan Penyakit Batuk Pilek Pada Anak
Percaya atau tidak Anda sangat mempengaruhi kesehatan anak Anda dan bukan hanya sekedar dalam pengertian genetis, tetapi Anda juga turut memberi kontribusi atas pola hidup sehatnya termasuk menjadi contoh dalam pencapaian gaya hidup yang sehat dalam keluarga.

1. Buatlah mereka paham akan betapa menakjubkannya cara kerja tubuh manusia

Banyak sekali orang dewasa yang justru tidak puas dan memiliki keyakinan yang rendah atas tubuh mereka.

Menurut orang-orang ini tubuh adalah sesuatu yang ringkih dan penyakit akan sangat mudah berdatangan. Mitosnya adalah Anda akan mudah terserang flu jika Anda berani keluar rumah tanpa mengenakan baju hangat di waktu ingin. Tahukah Anda kalau ini juga yang akan diyakini oleh anak Anda ?

Kenyataannya adalah tubuh Anda adalah sebuah kesatuan sistem mekanis yang canggih di alam semesta ini.

Jika Anda tergores maka tubuh Anda akan merespon untuk menyembuhkannya tanpa Anda harus berpikir. Sistem kekebalan Anda bisa dikatakan sebagai penjaga keamanan “dalam negeri” sehingga tubuh Anda diproteksi bakteri dan virus. Penyakit merupakan sesuatu yang memang bisa hinggap dalam tubuh manusia tetapi kita memiliki ketahanan yang kuat di dalam tubuh kita untuk menangkalnya. Lihatlah kemampuan tubuh kita dalam menghadang penyakit, misalnya pilek, hal ini juga merupakan bukti dari ketahanan tubuh.

Berikan komentar yang positif pada tubuh anak Anda, misalnya kehebatan tubuh dalam menyembuhkan luka dengan cepat.

 

2. Pelajari tubuh manusia bersama-sama dengan anak Anda

Anak-anak senang bertanya, tak terkecuali tentang tubuh mereka. Maka jangan heran kalau suatu hari anak Anda akan bertanya tentang tubuh mereka pada Anda. Sungguh kurang nyaman jika Anda dan anak terjebak dalam kebingungan tanpa jawaban, hal ini diperparah dengan orang tua yang juga turut malu-malu untuk bertanya kepada dokter.

Ingat, seseorang tidak mungkin mengetahui semua hal, karena itulah ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter di mana mereka memang mempelajari hal-hal seperti ini. Dengan sedikit motivasi, anak Anda akan mengingatkan betapa nikmatnya ketika kita berhasil menemukan sebuah jawaban dari pertanyaan yang mereka ajukan.

3. Ajari anak Anda tentang pentingnya memahami tubuh

Seringkali orang dewasa memberi contoh buruk akan bagaimana mereka menangani tubuh mereka sendiri, seperti tidak mempunyai jadwal makan yang teratur atau tidur larut malam. Kesehatan harus dijaga ketika Anda sudah mulai merasa bahwa tubuh Anda mulai tidak stabil dan merespon dengan cara-cara yang tidak biasa. Bantulah anak Anda misalnya ketika mereka merasa lelah, katakan bahwa itu adalah sesuatu yang alami maka beristirahat merupakan sebuah solusi yang baik.

4. Beri contoh pola makan yang baik

Kegemukan pada anak sekarang mulai menjadi problem yang jumlahnya terus meningkat. Bicaralah dengan anak Anda tentang pemilihan makanan yang baik dan yang tidak baik untuk kesehatan mereka. Buatlah mereka terbiasa untuk tidak makan ketika tidak lapar dan bukan menuruti keinginan, dan jangan lupa, pengawasan juga penting lho.

5. Hargai Kesehatan

Jangan terlalu manjakan si kecil ketika ia sakit. Ini merupakan sebuah kesalahan juga. Justru beri mereka perhatian yang baik ketika mereka sehat karena dengan demikian anak Anda justru akan menjaga agar ia tidak jatuh sakit. Tumbuhkan kebanggaan pada dirinya serta penghormatan untuk menjaga kesehatan, dengan demikian Anda sudah menanamkan fondasi yang kuat agar mereka senantiasa peduli akan kesehatan tubuh mereka sendiri.

PENYAKIT BATUK PILEK

Mengapa anak sering sekali batuk pilek ?

Meski tampaknya ringan, pilek belum ada obatnya. Sebab, sangat sulit untuk menentukan dengan tepat virus yang mana yang menyebabkan pilek tersebut. Bahkan, bila virusnya dapat diketahui pun belum ada pengobatan anti-viral untuk virus-virus tersebut. Karena banyaknya jenis virus ini, maka sulit bagi tubuh untuk membangun kekebalan terhadap penyakit yang tampaknya sepele ini, dan inilah sebabnya sangat sulit mengembangkan vaksin untuk melawannya. Anak-anak umumnya terkena infeksi saluran pernafasan atas 3-8 kali per tahun, dan anak-anak yang telah bersekolah bisa lebih sering terkena, jadi tak heran jika kelihatannya anak Anda selalu saja sakit.

Apa saja gejala-gejala pilek ?

Gejala pilek meliputi hidung berair denga lendir yang berwarna bening, kuning, atau kehijauan, batuk, demam, dan sakit tenggorokan, sering pula disertai dengan rasa lelah, rewel, dan hilang nafsu makan. Gejala-gejala ini biasanya bertahan selama 10-14 hari dan akan menghilang dengan sendirinya.

Bagaimana batuk pilek ditularkan ?

Batuk pilek mudah menyebar dari satu orang ke orang lain dengan cara-cara sebagai berikut :

Melalui udara, saat anak yang sakit batuk atau bersin
Melalui kontak langsung, saat anak yang pilek menyentuh air liur atau lendir lantas menyentuh anak lain. Ini merupakan penyebab yang paling sering.
Melalui kontak tak langsung, saat anak yang pilek menyentuh air liur atau ingus kemudian menyentuh obyek, seperti mainan atau furniture. Anak lain bisa tertular pilek hanya dengan menyentuh benda yang sama karena virus pilek dapat hidup berjam-jam.
Apa yang dapat dilakukan orangtua bila anak batuk pilek ?

 

Redakan gejala-gejala batuk pilek dengan memberikan obat pereda demam dan nyeri, obat tetes hidung, obat batuk (jika perlu), dan membuat penderita merasa lebih nyaman dengan menganjurkannya banyak beristirahat, banyak minum, menjaga kelembaban lingkungan, dan sebaiknya penderita mengurangi bercakap-cakap agar tidak menyebarkan virus dan mengurangi rasa tak nyaman di tenggorokan. Cuci tangan Anda dan juga tangan anak Anda setelah menyeka hidungnya; begitu pula sebelum Anda menyiapkan makanan.

Apakah flu dan batuk pilek bisa dicegah ?

Setelah mengetahui cara penyebaran virus, “strategi” terbaik untuk mencegah datangnya flu dan batuk pilek adalah :

cara hidup sehat : pola makan yang baik, olahraga sesuai kebutuhan, dan cukup istirahat
Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
Mencuci tangan sesering mungkin
Menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
Menggunakan tissue saat batuk atau bersin, dan buang tissue bekas pakai secepatnya
Membersihkan permukaan benda-benda keras dengan disinfektan
Menggunakan cairan pembersih tangan yang berbahan dasar alkohol

Postingan Terkait

Leave a Comment